Bupati Garut Aceng HM Fikri dijadwalkan akan datang ke Polda Jabar pada
Senin (10/12/2012) mendatang. Ia akan dimintai keterangan terkait dengan
kasus dugaan penipuan dan pemerasan yang menyeretnya saat pemilihan
wakil bupati pengganti Dikcy Candra.
Hal itu diungkapkan
Dirkrimsus Polda Jabar Kombes Pol Slamet saat dihubungi via ponselnya,
Jumat (7/12/2012). "Dalam pemeriksaan tadi dia tidak datang. Katanya
sakit. Tapi tadi pengacaranya menyatakan akan hadir pada Senin
(10/12/2012)," ujar Slame
t.
Polda Jabar pun tidak membuat surat
panggilan lagi untuk pemeriksaan Senin (10/12/2012). "Kami tidak lagi
buat surat pemanggilan. Karena sebenarnya pemanggilannya hari ini, tapi
mereka yang meminta mundur dan bersedia hadir pada Senin," katanya.
Ia
pun menuturkan, dalam pemeriksaan nanti Aceng akan dimintai keterangan
terkait laporan atas dirinya. Para saksi pun rencananya tidak akan
dihadirkan. "Nanti kita periksa dulu Aceng sendiri. Baru setelah itu
dikonfrontir," tutur Slamet.
Sementara itu, pemeriksaan yang
sedianya dilakukan hari ini pun disebut Slamet batal dilakukan. Karena
selain Aceng yang tidak hadir, para saksi juga tidak datang.
"Tadi
saksi juga tidak datang. Kabarnya mereka ada di Jakarta. Pengacara
Aceng tadi hanya menyerahkan surat keterangan sakit," katanya.
Sebelumnya
diberitakan Bupati Garut Aceng HM Fikri dilaporkannya ke Polda Jabar
terkait dugaan pemerasan saat pemilihan calon Wakil Bupati Garut
pengganti Diky Candra yang mengundurkan diri pada 2011.
Asep
melapor ke Polda Jabar pada Kamis (10/5/2012) lalu. Dalam laporan
bernomor LPB/381/V/2012/Jabar itu tertera terlapor Aceng Fikri dan Chep
Maher. Perkara yang diadukan Asep yakni berupa tindak pidana penipuan
atau penggelapan serta pemerasan yang dilakukan dua terlapor tersebut.
Ceritanya,
pada 12 April 2012 Asep datang ke rumah Aceng. Dia mengaku menyerahkan
uang tunai US$ 25 ribu. Setelah sebelumnya staf Aceng yang bernama Chep
meminta Rp 500 juta sebagai uang pendaftaran wakil bupati Garut . Namun
pada 17 April Chep mendatangi Asep di Hotel Banyu Artha Cipanas, Garut.
Chep bermaksud menyampaikan permintaan Aceng yakni meminta uang Rp 1,4
miliar yang alasannya untuk meloloskan menjadi Wakil Bupati Garut.
Asep
melapor ke Polda Jabar lantara setelah dia gagal menjadi Wakil Bupati
Garut, ternyata uang yang sudah dibayarkan tidak kunjung kembali. Wakil
Bupati yang terpilih adalah Agus Hamdani dari PPP.
Sexual Psychologist
Tidak ada komentar:
Posting Komentar